Kamis, 04 September 2014

Internet Standard

 

From Wikipedia, the free encyclopedia
In computer network engineering, an Internet Standard (abbreviated as "STD") is a normative specification of a technology or methodology applicable to the Internet. Internet Standards are created and published by the Internet Engineering Task Force (IETF).

Overview

An Internet Standard is a special Request for Comments (RFC) or set of RFCs. An RFC that is to become a Standard or part of a Standard begins as an Internet Draft, and is later (usually after several revisions) accepted and published by the RFC Editor as an RFC and labeled a Proposed Standard. Later, an RFC can be labeled Internet Standard. Collectively, these stages are known as the Standards Track, and are defined in RFC 2026 and RFC 6410. The label Historic is applied to deprecated Standards Track documents or obsolete RFCs that were published before the Standards Track was established.
Only the IETF, represented by the Internet Engineering Steering Group (IESG), can approve Standards Track RFCs. The definitive list of Internet Standards is maintained in Internet Standards document STD 1: Internet Official Protocol Standards.[1]

Standardization process

Becoming a standard is a two step process within the IETF called Proposed Standards and Internet Standards. If an RFC is part of a proposal that is on the Standard Track, then at the first stage, the standard is proposed and subsequently organizations decide whether to implement this Proposed Standard. After the criteria in RFC 6410 is met (two separate implementations, widespread use, no errata etc.), the RFC can advance to Internet Standard.
The Internet Standards Process is defined in several "Best Current Practice" documents, notably BCP 9 (currently RFC 2026 and RFC 6410). There were previously three standard maturity levels Proposed Standard, Draft Standard and Standard. RFC 6410 reduced this to two maturity levels.

Proposed Standard

A Proposed Standard (PS) is generally stable, has resolved known design choices, is believed to be well-understood, has received significant community review, and appears to enjoy enough community interest to be considered valuable. However, further experience might result in a change or even retraction of the specification before it advances. Usually, neither implementation nor operational experience is required.

Draft Standard

In October 2011 RFC 6410 in essence merged this second and the third Internet Standard maturity level for future Internet Standards. Existing older Draft Standards retain that classification. The IESG can reclassify an old Draft Standard as Proposed Standard after two years (October 2013).

Internet Standard

An Internet Standard is characterized by a high degree of technical maturity and by a generally held belief that the specified protocol or service provides significant benefit to the Internet community. Generally Internet Standards cover interoperability of systems on the Internet through defining protocols, message formats, schemas, and languages. The most fundamental of the Internet Standards are the ones defining the Internet Protocol.
An Internet Standard ensures that hardware and software produced by different vendors can work together. Having a standard makes it much easier to develop software and hardware that link different networks because software and hardware can be developed one layer at a time. Normally, the standards used in data communication are called protocols.
All Internet Standards are given a number in the STD series - The first document in this series, STD 1, describes the remaining documents in the series, and has a list of Proposed Standards.
Each RFC is static; if the document is changed, it is submitted again and assigned a new RFC number. If an RFC becomes an Internet Standard (STD), it is assigned an STD number but retains its RFC number. When an Internet Standard is updated, its number stays the same and it simply refers to a different RFC or set of RFCs. A given Internet Standard, STD n, may be RFCs x and y at a given time, but later the same standard may be updated to be RFC z instead. For example, in 2007 RFC 3700 was an Internet Standard—STD 1—and in May 2008 it was replaced with RFC 5000, so RFC 3700 changed to Historic status, and now STD 1 is RFC 5000. When STD 1 is updated again, it will simply refer to a newer RFC, but it will still be STD 1. Note that not all RFCs are standards-track documents, but all Internet Standards and other standards-track documents are RFCs.
Layer OSI
ž

  Pengertian Layer OSI

Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Layer OSI ada 7 buah, berikut adalah nama – nama layer tersebut :

1.Fungsi Layer Application :
Berfungsi sebagai interface aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Pada layer inilah sesungguhnya user “berinteraksi dengan jaringan”
Contoh : FTP, SMTP, HTTP, POP3, NFS, telnet


2.Fungsi Layer Presentation :
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protocol pada layer ini adalah sejenis redirector software, seperti network shell (semacam virtual network computing (VNC) atau remote desktop protocol (RDP))

 3.Fungsi Layer Session :
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
Protocol pada layer ini :
  1. Net BIOS
  2. Net BEUI (Net BIOS Extended User Interface)
  3. ASDP (Apple Talk Data Stream Protocol)
  4. PAP (Printer Access Protocol)



4.Fungsi Layer Transport :
Berfungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data serta memberikan nomor urut setiap paket sehingga dapat disusun kembali setelah diterima.
layer ini juga bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal dan menyediakan penganan error

5.Fungsi Layer Network :
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3

6.Fungsi Layer Data-link :
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame yang berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media
Layer ini juga mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error

7.Fungsi Layer Physical :
Berfungsi untuk mendefinisikan media dan menjaga transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan, dan pengkabelan.

Layer TCP/IP
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.
Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Berikut adalah macam – macam Layer TCP/IP , yaitu :

 4. Fungsi Layer Apllication :
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

5.Fungsi Layer Transport :
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

6.Fungsi Layer Internet :
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

7.Fungsi Layer Network Access :
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.










standar organisasi 

 
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176.[1] ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu.[1] ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan untuk organisasi.[1] Revisi terhadap standar ISO 9000 telah dilakukan pada tahun 1994 dan tahun 2000.[1]
  • adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;
  • adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas;
  • tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;
  • adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;
  • secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.
Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered".
Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut.
Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.

Kumpulan Standar dalam ISO 9000

ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:
  • ISO 9000 - Quality Management Systems - Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM).
  • ISO 9001 - Quality Management Systems - Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.
  • ISO 9004 - Quality Management Systems - Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi, hanya memberikan masukan saja.
Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam kumpulan ISO 9000, dimana banyak juga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor "ISO 900x" seperti di atas. Beberapa standar dalam area ISO 10000 masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. Sebagai contoh ISO 10007:1995 yang mendiskusikan Manajemen Konfigurasi dimana di kebanyakan organisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen.
ISO mencatat "Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000 ... Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan".
Sebagai catatan, ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO 9001. Kebanyakan, sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya "ISO 9000 Registered" biasanya merujuk pada ISO 9001. ..